Menyusur Sejarah Lewu Hante dan Tamak Mas Soeta Ono

Tokoh Soeta Ono merupakan tokoh Dayak Ma’anyan Paju Epat di jaman penjajahan Belanda. Beliau merupakan kepala suku sekaligus kepala distrik Sihoeng (Siung).  Soeta Ono adalah tokoh yang mendapat medali Williem Orde dari negeri Belanda karena meredam aksi pemberontakan Pangeran Antasari dari kesultanan Banjar. Relasinya sangat dekat dengan Hindia Belanda karena dominasi Kesultanan Banjar yang menutup akses ekonomi dan sosial sehingga masyarakat Ma’anyan terisolasi dari dunia luar. Sedang Hindia Belanda justru banyak memberi kemudahan kepada masyarakat Dayak Ma’anyan melalui para misionaris Belanda yang banyak membantu dalam kesehatan, pendidikan dan persebaran agama Kristen. Soeta Ono juga turut berjasa dalam pembangunan masyarakat pada masa itu. Salah satu contohnya ialah pendirian pendidikan formal pertama kali yang diadakan di Paju Epat, diadakan oleh misionaris Jerman dengan bantuan Soeta Ono. Karenanya sampai hari ini ia masih dikenang dan dicintai oleh masyarakat Ma’anyan.

Lewu Hante dan Makam Soeta Ono berada di desa Telang Kecamatan Paju Epat. Untuk mencapai lokasi tersebut, dapat ditempuh melalui jalan darat sejauh 9 kilometer. Makam dan Lewu Hante Soeta Ono sudah mengalami pemugaran dan area sekitarnya sudah diperindah menjadi taman yang luas. Lewu Hante berarti rumah besar atau rumah panjang, merupakan kediaman Soeta Ono di masa lalu. Setelah dipugar pada tahun 2012 lalu, bangunan ini difungsikan menjadi balai pertemuan dan tempat kunjungan wisata. Terbuat dari kayu ulin, bangunan ini sering dipakai untuk acara ritual dan pertunjukan seni. Tidak jauh dari Lewu Hante, sekitar 50 meter ke belakang terdapat Makam Soeta Ono yang dikenal dengan nama Tambak Mas (Kubur emas). Kubur ini unik karena terdapat dalam bangunan kecil yang di dalamnya terdapat peti mati gantung yang disebut Tabala. Seluruh abu kremasi Soeta Ono diletakan dalam Tabala tersebut. Nah Tabala tersebut itulah yang berhiaskan prada emas, sehingga disebut Tambak Mas. Wisatawan domestik dan luar banyak berkunjung ke lokasi tersebut, selain untuk berfoto dan berziarah, sebagian juga untuk bersantai di taman yang mengelilingi area wisata.

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa tidak jauh dari Makam Soeta Ono terdapat  makam kuno yang sangat unik, berupa Tabala ulin yang terlilit oleh akar pohon menyerupai badan seekor kuda. Lokasinya terdapat di hutan kecil di dalam area wisata tersebut. Tidak jauh pula dari lokasi wisata tersebut terdapat aliran sungai yang di masa lalu merupakan jalur transportasi masyarakat Sihoeng, yang kini bernama sungai Telang digunakan oleh warga untuk aktivitas mandi, memancing dan bersantai karena terdapat dermaga kecil di sana. Tempatnya yang hening membawa perasaan tenang, hanya kecipak air dan kadang anda bisa mendengarkan riuhnya suara burung hutan dan beberapa satwa liar lainnya.