JELAJAH WISATA ALAM GOA LIANG SARAGIH

Kekayaan alam dan Potensi pariwisata yang dimiliki oleh kabupaten Barito Timur  menjadikan sektor pariwisata  dikabupaten  barito timur  saat ini menjadi trending topik.  Sektor pariwisata  saat ini sedang dikembangkan,ditata,dikelola dan dikemas menjadi suatu produk wisata yang layak jual sehingga bisa menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung menikmati keindahan alam  yang ada dikabupaten barito timur dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat maka  melalui sektor pariwisata menjadi salah satu penghasil pendapatan bagi daerah yang dijuluk “gumi jari janang  kalalawah”

Salah satu obyek wisata unggulan yang dimiliki oleh kabupaten Barito Timur  adalah Liang Saragih . Liang Saragih terletak di desa Ampari kecamatan Awang  dengan luas area sekitar 16 Hektar. Untuk menuju ke destinasi wisata liang sargih dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4.

Goa liang saragih memiliki daya tarik dan pesona tersendiri mulut goa yang terlihat kecil dan kurang menarik bila dilihat dari luar, namun siapa sangka dibuat takjub dan terpesona begitu memasukinya , keberadaan goa yang menyatu dengan alam yang masih asri ,sejuk dan alami serta jumlah goa yang cukup banyak membuat kagum menyaksikan dan melihat sendiri suasana dalam goa tersebut. goa ini memang indah banyak burung kelelawar yang berterbangan  kesana-kemari seolah-olah sedang menyambut kedatangan para pengunjung ketika berkunjung ke dalam goa liang saragih.

Konon goa ini dinamakan liang saragih karena latar tempat goa merupakan goa yang memiliki cerita rakyat atau sejarah /legenda tentang kisah cinta yang tragis dimana terdapat sebuah perkampungan yang dikutuk menjadi batu akibat perkawinan sedarah secara paksa yang dilakukan oleh seorang raja terhadap anak perempuan dan  anak laki-lakinyadengan mengorbankan saragih nanta yang merupakan kekasih  hati putrinya tercinta ketika pesta pernikahan digelar meriah guntur petir dan hujan deras membasahi seluruh kampung dan penghuninya akhirnya kampung beradap itu terkutuk menjadi batu bekas-bekas perkampungan inilah yang kemudian dikenal sebagai goa liang saragih.