PILAR HUMA BETANG

Huma Betang dihuni oleh belasan atau puluhan keluarga yang memiliki tabiat serta kepercayaan berbeda-beda. Sungguh luar biasa, masyarakat yang menghuni rumah tersebut memegang teguh semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Mereka hidup bermasyarakat dan bersosialisasi dengan penuh kedamaian dan toleransi.

Individu yang menetap di Huma Betang sangat menjunjung tinggi prinsip 4 Pilar Huma Betang. Layaknya 4 Pilar bangsa Indonesia, 4 Pilar Huma Betang merupakan prinsip atau dasar pedoman dalam hidup bermasyarakat.  4 Pilar tersebut sangat menjunjung tinggi nilai persatuan, persatuan, kepatuhan, dan toleransi. Berikut ulasan mengenai 4 Pilar Huma Betang :

A. Kejujuran

Prinsip hidup pertama adalah kejujuran. Masyarakat yang menghuni Huma Betang sangat menjunjug tinggi nilai kejujuran. Dalam bersosialisasi, mereka mengedepankan kejujuran, mereka bertanggung jawab juga berani mengakui kesalahannya. Layaknya individu yang polos, mereka mengatakan yang sebenarnya, jika mereka melanggar maka akan mendapat hukuman, jika mereka benar maka itu sebuah kebaikan.

B. Kebersamaan

Kebersamaan, merupakan prinsip kedua. Kebersamaan menjadika hal sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa. Kebersamaan dalam bermasyarakat menjadikan mereka kuat, saling menjaga satu sama lain, saling mengerti dan memahami. Kebersamaan membawa mereka kedalam kehangatan. Mereka membuat makanan bersama dan dibagi kepada semua penghuni Huma Betang. Kebersamaan yang kuat menciptakan persatuan yang kuat.

C. Kerukunan (Toleransi)

Kerukunan / Toleransi, menjadi prinsip ketiga dalam Huma Betang. Penghuni yang berjumlah belasan kepala keluarga, memunculkan keberagaman baru, mulai dari tabiat hingga kepercayaan. Kebersamaan menciptakan kerukunan diantara mereka. Meskipun berbeda keyakinan mereka menghargai satu sama lain, mereka saling menghargai, memberikan toleransi baik secara keyakinan hingga makanan.

D. Taat Hukum dan Agama

Ketaatan terhadap hukum dan agama menjadi prinsip terakhir dalam hidup bermasyarakat di Hum Betang. Kejujuran yang mereka junjung menciptakan ketaatan terhadap hukum yang berlaku. Mulai dari kesalahan kecil hingga suatu kesalahan yang besar, mereka bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Ketaatan yang sungguh luar biasa bahkan masalah terkait agama dan keyakinan tiap individu.

Kejujuran menciptakan kebenaran, kebenaran mendorong terciptanya kebersamaan, kebersamaan tumbuh menciptakan persatuan, persatuan tumbuh dengan penuh rasa toleransi dan kerukunan. Kerukunan menciptakan kemenangan dalam menghadapi perbedaan. Ketaatan dan kepatuhan memperkuat jiwa untuk terus melaju dalam jalan yang lurus.